Tiga Penyebab Benjolan di Dekat Lubang Dubur

Benjolan di dekat lubang dubur tidak bisa dianggap remeh. Benjolan dekat lubang dubur tidak hanya membuat tidak nyaman, tetapi juga dapat menjadi tanda penyakit yang serius. Karena itu, penting sekali memahami penyebab adanya benjolan dan melakukan penanganan segera.

Benjolan dekat lubang dubur biasanya akan membuat rasa nyeri yang mengganjal pada bokong saat duduk. Kebanyakan orang mengira mungkin mengira penyebab benjolan di dekat lubang dubur adalah bisul. Tetapi, pada kenyataannya penyebab benjolan bukan hanya itu saja. Terdapat berbagai faktor lain yang bisa menimbulkan benjolan dekat lubang dubur dan bisa jadi hal itu adalah penyakit yang cukup serius.

Benjolan di anus dapat muncul akibat ambeien

Berbagai penyebab benjolan

Dubur atau anus merupakan lubang di bagian bawah saluran pencernaan. Bagian ini terdiri dari kulit dan jaringan usus bagian dalam, termasuk kelenjar lendir, pembuluh darah, otot, dan ujung saraf yang sensitif. Saat area dubur mengalami iritasi, infeksi, atau penyumbatan, benjolan pun dapat terbentuk.

Berikut beberapa penyebab benjolan di dekat lubang dubur.

  1. Wasir

Wasir atau bahasa medisnya disebut hemoroid merupakan pembesaran atau pembengkakan yang terjadi pada dubur atau usus besar bagian akhir (rektum). Hal ini disebabkan adanya peningkatan tekanan dalam pembuluh darah di sekitar lubang dubur. Kondisi kesehatan ini dapat menyerang siapa saja, tapi lebih mungkin terjadi pada orang berusia 50 tahun ke atas.

Wasir terbagi menjadi dua jenis, yaitu internal dan eksternal. Pembengkakan pembuluh darah yang terjadi di dalam dubur dan tidak bisa terlihat dari luar disebut hemoroid internal. Sedangkan pembengkakan yang terjadi di dekat dubur, terlihat dari luar, dan terasa nyeri disebut hemoroid eksternal.

Penyakit ini dapat terjadi karena terlalu lama saat buang air besar, kelebihan berat badan, kebiasaan mengangkat beban berat, atau kebiasaan duduk yang terlalu lama. Pada kasus yang masih ringan, wasir dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perlu mengkonsumsi obat.

Jika menderita rasa sakit yang tidak nyaman, penderita dapat meredakannya dengan melakukan perawatan sendiri di rumah, seperti mengoleskan krim khusus untuk mengatasi gejala wasir, mengkonsumsi obat pereda nyeri, menjalani gaya hidup sehat, serta meningkatkan konsumsi makanan berserat tinggi.

Tetapi, jika rasa sakit tersebut terus berlanjut dan mengganggu aktivitas, segera konsultasikanlah ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

  1. Abses anus

Salah satu penyebab benjolan di dekat lubang dubur adalah abses anus atau abses perianal. Abses anus merupakan infeksi akibat bakteri yang menyerang kelenjar-kelenjar kecil di sekitar lubang dubur. Kondisi ini ditandai dengan benjolan kecil kemerahan yang berisi nanah dan menimbulkan rasa sakit, terutama saat duduk atau buang air besar. Tidak jarang, orang yang mengalami abses anus akan mengalami pendarahan dari dubur.

Abses anus dapat disebabkan oleh banyak faktor. Selain infeksi bakteri, penyakit ini dapat disebabkan oleh luka di bagian fisura ani, infeksi menular seksual, atau kondisi tertentu yang dapat meningkatkan risiko terjadinya abses anus seperti radang usus besar, radang panggul, melakukan seks anak, dan diabetes.

Bila tidak segera ditangani, abses anus dapat menyebabkan terbentuknya saluran tidak normal di anus. Kondisi ini akan membuat rasa sakit semakin memburuk, bahkan menyebabkan kesulitan mengontrol buang air besar.

  1. Kanker anus

Penyebab benjolan di dekat lubang dubur lainnya adalah kanker anus. Gejala kanker anus antara lain, terjadinya pendarahan di dubur, gatal atau nyeri di daerah anus, keluarnya cairan yang tidak biasa dari anus, serta sulit menahan buang air besar.

Untuk menghindari kanker anus, terapkan pola hidup sehat dan lakukan hubungan seks yang aman. Selain itu, disarankan pula untuk melakukan vaksinasi HPV untuk meminimalisir kemungkinan terkena kanker anus. 

Itu beberapa penyebab benjolan di dekat lubang dubur. Jika benjolan di dekat lubang dubur terjadi berlarut-larut dan mengganggu aktivitas keseharian, jangan ragu untuk konsultasikan ke dokter untuk diberikan penanganan yang tepat.