Ketahui Manfaat 14 Bahan Herbal dalam Tolak Linu

Ketahui Manfaat 14 Bahan Herbal dalam Tolak Linu

Pegal linu dan nyeri sendi, siapa yang tidak pernah mengalami kondisi seperti ini? Tentu kalau sudah seperti itu Anda bisa segera mengonsumsi Tolak Linu.

Ini adalah produk herbal dari Sidomuncul yang berbentuk saset. Cara mengonsumsinya cukup mudah, cukup dengan membuka bagian atas kemasan lalu segera minum sampai habis.

Obat Herbal Tolak Linu

Disebut sebagai produk herbal karena produk ini mengandung banyak sekali bahan herbal yang bermanfaat bagi tubuh.

Lalu apa sajakah bahan herbal yang dikandung Linu Herbal ini? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

1. Ginseng

Tanaman herbal asal Korea ini cukup terkenal dalam meningkatkan stamina sehingga sangat cocok bagi Anda yang sedang mengalami letih dan lesu saat beraktivitas untuk bertenaga kembali.

Ginseng memiliki sifat antiperadangan dan juga cocok bagi yang mengalami masalah disfungsi ereksi.

2. Lengkuas

Bahan dapur yang satu ini juga bermanfaat dalam mengatasi pegal linu. Selain itu, lengkuas kaya akan antioksidan, mengurangi peradangan dan nyeri sendi, mengobati asma, menurunkan kolesterol, meringankan sakit perut dan masalah pencernaan.

Tak hanya itu, Lengkuas juga dapat melindungi Anda dari infeksi dan bisa meningkatkan kesuburan pria.

3. Lempuyang

Lempuyang adalah salah satu tanaman herbal yang terkenal dengan nama Puyang atau Jamu Cabe Puyang.

Diketahui tanaman herbal ini mempunyai manfaat dapat mengobati asma, merangsang nafsu makan, membersihkan darah, mengatasi radang sendi, mengatasi anemia, masuk angin, dan sakit perut.

4. Cabai Jawa

Cabai Jawa yang mempunyai nama latin Piperis retrofracti fructus adalah salah satu bahan herbal dalam Tolak Linu yang bermanfaat untuk menurunkan demam, mengobati sakit kepala, pilek, dan sakit pinggang. Selain itu, cabai Jawa dapat melancarkan peredaran darah dan mengobati disfungsi ereksi.

5. Temulawak 

Bahan yang satu ini sering dijadikan sebagai penimbul dan penambah nafsu makan karena kurkuminnya.

Namun selain itu temulawak mencegah kerusakan sel-sel hati serta memiliki antioksidan yang kuat dan bagus untuk kesehatan.

6. Rumput teki

Rumput teki bukanlah sekadar rumput biasa karena rumput yang disebut nutgrass jika di luar negeri ini mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan.

Yaitu, mempercepat penyembuhan luka, diuretik, meredakan demam, mengontrol kolesterol, dan mengobati gangguan pencernaan.

7. Daun Meniran

Nama Latinnya adalah Phyllanthi niruri herba yang dapat membantu memecah atau mengurangi batu ginjal berukuran besar di kandung kemih dan ginjal.

Selain itu, tanaman herbal ini mampu mengatasi Diabetes dan mencegah infeksi akibat virus. Tanaman ini juga mempunyai sifat antiperadangan.

8. Sembung

Ini merupakan sejenis tanaman perdu yang dapat mengobati rematik, nyeri haid, haid yang datang berlebihan, menstruasi yang tidak beraturan, flu, kembung, masuk angin, dan lain sebagainya.

10. Jahe

Sebagai salah satu tanaman obat yang cukup terkenal, dan sering dijadikan sebagai minuman hangat saat cuaca dingin, jahe dapat meningkatkan kekebalan tubuh, mengatasi masuk angin, pilek, dan mengobati batuk pilek.

Cara kerja jahe adalah dengan merelaksasi otot-otot pencernaan dan meredakan gangguan pencernaan.

11. Kencur

Salah satu rempah-rempah ini juga punya manfaat sebagai tanaman herbal, yaitu untuk mengobati batuk, meredakan stres, antinyeri, dan antiradang.

12. Palasan

Tanaman merambat yang kerap ditemukan di pinggir jalan ini punya manfaat untuk mengobati demam, menjaga daya tahan tubuh, mengobati masalah pencernaan, serta meningkatkan nafsu makan seperti temulawak.

13. Adas

Nama Latin tanaman ini adalah Foeniculum vulgare fructus yang mampu mengontrol tekanan darah, meringankan asma, dan membersihkan darah.

14. Madu

Madu adalah salah satu herbal populer yang ada dalam Tolak Linu yang mampu meredakan peradangan, infeksi, dan mengobati permasalahan kesehatan lainnya.

Feminax, Teman Terbaik Wanita Saat Datang Bulan Tiba

feminax

Menstruasi atau datang bulan merupakan perdarahan pada vagina yang normal terjadi pada wanita setiap bulan. Bagi beberapa wanita, hari-hari menjelang atau selama haid adalah waktu terburuk dalam hidup mereka. Hal ini disebabkan oleh kram atau nyeri haid yang kerap dirasakan. 

Rasa sakit dan ketidaknyamanan selama periode menstruasi sebenarnya adalah hal yang wajar. Namun keparahan yang dirasakan setiap orang berbeda-beda, bahkan ada yang sakitnya sampai menghalangi beraktivitas. 

Kram menstruasi (dismenore) biasanya bisa diringankan dengan kompres panas, atau meminum obat pereda nyeri seperti Feminax. 

Apa itu Feminax?

Feminax merupakan obat pereda nyeri yang dikhususkan untuk meredakan nyeri perut saat menstruasi. 

Nyeri haid disebabkan karena meningkatnya kontraksi otot halus pada dinding rahim akibat peluruhan. Ketika itu terjadi, pembuluh darah yang mengelilingi rahim tertekan dan aliran oksigen ke rahim terhambat sehingga rahim mengeluarkan respon yeng menyebabkan nyeri.

Feminax mengandung parasetamol yang berperan sebagai analgesik atau pereda rasa nyeri, dan ekstrak hiosiami sebagai spasmolitik yang merelaksasi otot polos sehingga kontraksi berkurang. 

Dosis dan penggunaan obat

Feminax termasuk golongan obat bebas terbatas sehingga dosis dan frekuensi penggunaannya harus sesuai dengan kemasan atau anjuran dari dokter, apoteker, atau tenaga medis lainnya. 

Anak-anak mulai dari usia 10 tahun hingga 16 tahun sudah bisa menggunakan Feminax dengan dosis 1 tablet sebanyak 3 kali/hari setelah makan. Untuk orang dewasa, minum 1 hingga 2 tablet sebanyak 3 kali/hari setelah makan. 

Risiko dan efek samping

Setelah konsumsi obat, Anda mungkin merasakan ketidaknyamanan pada perut, mengalami gangguan pencernaan, dan saluran pernapasan. Jika efek samping tak kunjung membaik atau bertambah parah, hentikan penggunaan dan segera hubungi dokter. 

Feminax bukanlah obat yang aman digunakan dalam jangka waktu panjang, karena dapat menyebabkan gangguan fungsi hati dan ginjal. Mengonsumsi obat secara berlebihan akan meningkatkan risiko keracunan zat besi. 

Hindari penggunaan jika Anda menderita gangguan fungsi ginjal atau hati. 

Bagaimana jika kram menstruasi tak kunjung membaik?

Jika kram menstruasi tak kunjung membaik bahkan setelah meminum obat pereda nyeri, coba lakukan beberapa cara mudah berikut ini:

  • Kompres panggul atau punggung dengan bantal pemanas atau botol yang diisi air panas
  • Memijat perut dengan ringan
  • Mandi air hangat
  • Olahraga secara teratur
  • Makan makanan yang bergizi
  • Minum obat anti-inflamasi seperti ibuprofen beberapa hari sebelum tanggal menstruasi
  • Konsumsi vitamin dan suplemen, seperti vitamin B1, vitamin B6, vitamin E, omega-3, kalsium, dan magnesium
  • Kurangi asupan garam, alkohol, kafein, dan gula
  • Kelola stres dengan melakukan teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau melakukan hobi yang disukai
  • Istirahat yang cukup
  • Berbaring dengan menekuk lutut

Apabila cara tersebut masih tidak berhasil, konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab kram.  

Catatan

Terdapat mitos yang beredar bahwa meminum obat pereda nyeri haid, seperti Feminax, saat menstruasi dapat menyebabkan rahim kering atau kemandulan. Untuk meredakan nyeri haid, Feminax bekerja di pusat syaraf yang langsung mengirimkan sinyal ke bagian rasa sakit, sehingga Feminax aman diminum setiap merasakan nyeri haid. 

Namun, Anda tetap harus berhati-hati dalam mengonsumsinya karena Feminax dapat menyebabkan efek samping berbahaya jika diminum dalam jangka panjang. 

Apabila nyeri haid terus berlanjut, bahkan bertambah sakit atau disertai dengan gejala lain, segera pergi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan karena bisa saja nyeri timbul akibat kondisi medis lainnya.