Pahami Gejala Hepatitis, Screening Hepatitis di Prodia Karawang

Kerja yang terlalu diforsir pada nyatanya bisa menyebabkan peradangan hati. Jangan main-main dengan penyakit ini karena bisa terus berkembang dan menyebabkan kematian jika tidak tertangani dengan benar. Karena itu, baiknya jika mengalami gejala yang mengarah ke peradangan hati, Anda segera melakukan screening hepatitis. Memang tidak semua fasilitas kesehatan menyediakan layanan pemeriksaan ini. Khusus untuk warga Karawang, Anda bisa melakukannya di Prodia Karawang

Dengan melakukan screening, pemeriksaan lanjutan bisa segera dilakukan apabila diperlukan. Peluang kepulihan pun bisa menjadi sangat besar. Sebaliknya jika tidak dicek dan tidak ditangani, hepatitis dapat berkembang menjadi fibrosis, sirosis, sampai kanker hati. 

Anda mungkin merasa tidak perlu melakukan tes hepatitis di Prodia Karawang karena tidak merasakan gejala apapun. Pada tahap awal, memang sangat jarang gejala yang ditimbulkan oleh peradangan yang satu ini. Namun jika peradangan sudah berkembang, berbagai tanda-tanda ini sangat mungkin Anda rasakan. 

Demam Tinggi 

Peradangan tidak jarang menaikkan suhu tubuh Anda. Ini merupakan sinyal bahwa imunitas tubuh Anda tengah berupaya memperbaiki kondisi peradangan. Tidak terkecuali ketika peradangan muncul di organ hati alias hepatitis, demam tinggi sangat mungkin Anda rasakan. 

Lelah Sepanjang Waktu 

Rasa lelah yang berlebihan dapat menjadi sinyal buruk terkait kondisi kesehatan. Soalnya, berbagai penyakit akut yang berhubungan dengan fungsi organ tubuh kerap melahirkan gejala yang satu ini. Ketika Anda mengalami hepatitis yang mulai mengarah ke akut pun, Anda bisa merasakan lelah sepanjang waktu, meskipun sedang tidak berkegiatan. 

Nyeri Otot dan Sendi 

Jangan remehkan nyeri otot dan sendi. Jika kondisinya terjadi tanpa alasan yang jelas, ini bisa menjadi penanda adanya peradangan serius pada tubuh Anda. Salah satu bentuk peradangan serius yang mesti segera ditangani karena bisa berbuntut fatal adalah hepatitis. 

Kehilangan Selera Makan 

Penderita hepatitis yang sudah mulai memasuki tahap akut cenderung mengalami penurunan selera makan. Pada tahap tertentu, penderita peradangan hati bahkan akan kehilangan selera makan. Karena alasan ini pulalah, tidak jarang penderita hepatitis yang mengalami penurunan berat badan yang signifikan. 

Rasa Mulas 

Ini merupakan salah satu alasan mengapa penderita hepatitis kehilangan nafsu makan. Pasalnya, peradangan di hati juga berpengaruh ke kesehatan pencernaan Anda. Rasa mulas dan sakit perut parah kerap menggelayuti penderita hepatitis yang tidak tertangani dengan baik. 

Kulit Menguning 

Ini merupakan gejala paling khas dari penderita hepatitis. Bukan hanya kulit yang menguning, area mata pun bisa ikut menguning jika peradangan hati sudah cukup parah. Jangan ragu untuk segera membuat janji dengan Prodia Karawang untuk memastikan kondisi tubuh Anda lewat screening hepatitis. Dengan begitu, langkah penanganan lanjutan bisa segera dilakukan. 

Urine Gelap 

Urine gelap bukan hanya menjadi pertanda Anda mengalami dehidrasi. Urine yang gelap dan pekat juga bisa menjadi gejala dari adanya gangguan fungsi tubuh. Dalam hal ini, peradangan di hati alias hepatitis dapat membuat fungsi hati menurun sehingga berimbas ke menggelapnya urine yang keluar. 

Feses Pucat 

Gejala khas lainnya dari hepatitis bisa dilihat dari warna feses Anda. Waspadailah jika feses Anda terlihat pucat. Ini menandakan tidak ada racun yang dapat dikeluarkan oleh tubuh karena fugsi hati yang bermasalah. Warna feses penderita hepatitis akut sendiri mengarah ke abu-abu. 

Gatal-gatal di Kulit 

Peradangan di berbagai organ tubuh kerap menimbulkan gejala pada kulit Anda. Ini tidak terkecuali ketika mengalami peradangan hati. Anda akan mengeluhkan gatal-gatal di kulit karena kondisi kulit yang mengalami kekeringan ekstrem. 

*** 

Pada masa pandemi seperti ini, meminimalkan waktu di luar rumah sangat penting. Karena itu, penting membuat janji dengan pihak Prodia Karawang jika ingin melakukan tes kesehatan seperti screening hepatitis. 

Selain Berbagai Rumah Sakit Banyumas, Pemkab Lakukan Vaksin Massal

Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam melaksanakan program vaksinasi covid-19 nasional ini menyiapkan 59 fasilitas kesehatan di Banyumas dengan rincian 40 puskesmas, 16 rumah sakit Banyumas dan 3 klinik dari pihak swasta. Sebagaimana diberitakan rri.co.id kriteria pemilhan fasilitas kesehatan untuk program vaksin harus memiliki tempat vaksinasi yang sesuai kriteria seperti memiliki tenaga kesehatan memadai, harus memiliki alat rantai dingin (cold chain) untuk vaksin berfungsi baik, serta harus ada izin operasional. 

Sedangkan, Fasilitas kesehatan yang berada di Kabupaten Banyumas berdasarkan data terakhir  dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas pada 2015 terdapat 22 Rumah Sakit, dan 39 Puskesmas. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas Sadiyanto mengungkapkan kepada smol.id pelaksanaan vaksinasi covid-19  pada 8 Maret 2021 telah menjangkau 16.773 orang dari total sasaran 1.176.518 orang. Kemudian, Sadiyanto mengatakan 16.773 orang itu berdasarkan pelaksanaan vaksinasi hingga akhir pecan pertama bulan maret 2021 atau sejak tahap satu hingga tahap dua termin pertama. Hingga tahap kedua, Kabupaten Banyumas telah mendapatkan alokasi vaksin untuk 20.575 sasaran, namun yang belum terdistribusi untuk 3.802 sasaran. 

Selain itu, pemerintah Kabupaten Banyumas menyiapkan aplikasi khusus bagi warga Banyumas Raya di luar wilayah Kabupaten Banyumas yang ingin mengikuti vaksinasi massal di GOR Satria Purwokerto. Aplikasi ini disediakan agar warga di luar wilayah Kabupaten Banyumas  bisa mendaftar secara online. Aplikasi tersebut bernama Vaberaya yang bisa diunduh melalui playstore. Selain aplikasi di playstore, Bupati juga menyatakan, warga bisa mendaftar melalui yang disediakan di laman banyumaskab.go.id. Alamat lengkapnya di http:vaberaya.banyumaskab.go.id.

Kementerian BUMN melakukan percepatan vaksinasi Covid 19 di wilayah Banyumas Raya. Program percepatan vaksinasi ini dilakukan dengan membuka posko vaksinasi massal di GOR Satria Kota Purwokerto selama dua bulan. Melalui program ini, pemberian vaksin diharapkan bisa mencapai 2.000 orang per hari.

Bupati Achmad Husein juga menyebutkan, program percepatan vaksinasi ini diprioritaskan bagi kalangan lansia dari masyarakat umum yang berusia di atas 60 tahun, dan lansia usia 50 tahun ke atas yang bekerja di sektor layanan publik.

Sebelumnya skema dengan pemberian vaksin dilakukan dengan cara penjemputan melalui rumah sakit banyumas atau fasilitas kesehatan lainnya namun pada 31 Maret 2021, Pemkab Banyumas juga melakukan program  vaksinasi dilakukan terhadap lansia di atas 60 tahun yang datang langsung ke GOR Satria tanpa penjemputan. 

Berdasarkan berita dari kbr.id vaksinasi di Banyumas sempat terganggu lantaran stok vaksin jumlah kiriman dari Jakarta terbatas. Karenanya, target harian vaksinasi massal lansia yang merupakan kerja sama Pemkab Banyumas dan Kementerian BUMN itu terpaksa diturunkan. 

Direncanakan semula, sebanyak 2.000 prang per hari. Tetapi karena stok vaksin tersebut tidak mencukupi, sehingga berubah menjadi hanya 500 orang per hari. Di GOR hanya akan melayani yang datang langsung, tanpa penjemputan. Untuk hanya lansia berumur di atas 60 tahun, dengan membawa KTP Banyumas.

Namun, pada 4 April 2021 Sebagaimana diberitakan mediaindonesia.com Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan bahwa ada tambahan jumlah vaksin dalam vaksinasi massal yang diselenggarakan di GOR Satria. Vaksinasi di GOR tersebut diperuntukkan bagi lansia yang ada di Banyumas. vaksin menjadi 1.000 dosis dalam sehari, dari sebelumnya 750 dosis

Adanya tambahan dosis vaksin, maka Pemkab Banyumas mulai melalukan penjemputan terhadap warga lansia. Untuk sementara, penjemputan dilakukan di wilayah sekitar Kota Purwokerto.

Selain pemberian vaksin terhadap lansia, Pemkab Banyumas juga sudah melakukan pemberian vaksin kepada pelayan publik seperti Bupati Achmad Husein juga menyebutkan, program percepatan vaksinasi ini diprioritaskan bagi kalangan lansia dari masyarakat umum yang berusia di atas 60 tahun, dan lansia usia 50 tahun ke atas yang bekerja di sektor layanan publik. Selain itu, pelayan kesehatan juga telah dilakukan vaksinasi Covid-19 di sebanyak 59 fasilitas kesehatan puskesmas, rumah sakit banyumas, dan klinik.