Perbedaan Swab Antigen dan PCR Test

Dalam mendeteksi Covid-19 diperlukan pemeriksaan dini yang disebut dengan rapid test swab antigen dan swab PCR test. Kedua jenis pemeriksaan ini ditujukan untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi virus corona atau tidak, meski begitu hingga pandemi berjalan satu tahun lebih ini masih ada masyarakat yang belum mengenali keduanya.

Sementara pemerintah masih terus mengupayakan melakukan pemeriksaan laboratorium secara masif, guna menemukan kasus Covid-19. Setidaknya kini sudah ada dua tes yang menjadi standar protokol kesehatan untuk dilakukan, terdapat sedikit penjelasan mengenai kedua jenis tes ini agar masyarakat tak lagi bingung dalam membedakannya.

Swab PCR Test dan Antigen

  1. Tes PCR

Merupakan salah satu pemeriksaan molekuler yang diperuntukan seluruh pasien terduga terinfeksi Covid-19. Juga merupakan tes rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak pandemi virus corona menyebar ke seluruh dunia. Cara tes ini bekerja adalah dengan mencari jejak materi generik vrius pada sampel yang sudah dikumpulkan.

Sampel yang sudah dikumpulkan lantas diambil melalui teknik usap hidung atau tenggorokan, dengan materi genetik yang ada di tiap sel berupa deoxyribonucleic acid (DNA) dan ribonucteid acid (RNA). Kedua jenis genetik ini hanya dibedakan dari jumlah rantai, DNA berantai ganda sementara RNA tantai tunggal.

Karena membawa informasi genetik, keberadaan DNA dan RAN ini dapat dideteksi oleh teknologi PCR lewat teknik amplifikasi atau perbanyakan. Sementara keberadaan materi genetik dan suatu penyakit yang diakibatkan infeksi bakteri dan virus, termasuk Covid-19 bisa terdeteksi.  Penyebabnya adalah virus RNA, untuk mendeteksi diawali dengan mengubah RNA.

Yang ditemukan dalam sampel lewat pengambilan swab hidung atau tenggorokan, bisa berupa dahak dan lendir. Setelah dibuah menjadi DHA, proses selanjutnya adalah memperbanyak materi genetik lewat alat PCR, hasil pemeriksaan tes ini juga terbilang akurat mencapai 80-90 persen.

  1. Swab Antigen

Menurut seorang ahli di Centers of Disease Control and Prevention (CDC), tes antigen merupakan immunoassay yang mampu mendeteksi antigen virus tertentu,dan menunjukkan infeksi virus saat itu juga, tes ini dilakukan dengan teknik swab pada hidung dan tenggorokan.

Sama seperti halnya PCR, namun menurut CDC swab ini paling efektif dan cepat bekerja ketika seseorang dites pada tahap awal terkena infeksi corona karena pada masa itu viral load berada di angka paling tinggi.

Swab ini dilakukan dengan mengambol sampel antigen, berupa protein yang dikeluarkan oleh virus seperti SARS-CoV-2. Antigen dapat terdeteksi ketika muncul infeksi yang sedang berlangsung di tubuh seseorang, secara umum tes ini bisa mendeteksi keberadaan antigen virus pada tubuh manusia.

Hingga saat ini tes ini digunakan untuk mendeteksi terduga pasien Covid-19, termasyuk juga tes antibodi. Namun perlu diketahui bahwa rapid tes itu tidak digunakan untuk diagnostik. Swab antigen dilakukan pada kondisi dengan keterbatasan kapasitas pemeriksaan RT-PCR.

Rapid test juga akan digunakan untuk skrinning pada populasi spesifik dan situasi khusus, seperti pelaku perjalanan antarwilayah dan negara. Meski begitu yang perlu ditekankan adalah pemeriksaan antibodi hanya ssebagai langkah dalam mendeteksi seseorang terkena infeksi virus corona atau tidak.

Meski sama-sama digunakan untuk mendeteksi virus corona swab PCR tes dan antigen memiliki ketidaksamaan yang cukup mencolok. Mulai dari lama waktu pemeriksaan, antigen membutuhkan waktu 30-60 menit, sementara PCR memerlukan waktu satu hari. Namun tingkat akurasi PCR masih nomor wahid.